Al-Khawarizmi, Bapak Matematika

Nama asli beliau adalah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi.  Di dunia Barat beliau dikenal dengan nama al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi.
Al-Khawarizmi dilahirkan di Khawarizm (Kheva), selatan laut Aral (versi lain, beliau dilahirkan di Bukhara)   pada tahun 800 M dan meninggal tahun 847 M di Baghdad.
Al-Khawarizmi hidup pada masa Khalifah al-Ma’mun, zaman dinasti Abbasiyyah. Khalifah Al-Ma’mun sendiri merupakan sahabat karib Al-Khawarizmi. Dan sang khalifah lah yang menjadikan al-Khawarizmi sebagai anggota Bait al-Khikmah (Wisma Kearifan) di Baghdad . Sebuah lembaga penelitian ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Bait al-hikmah sendiri merupakan lembaga ilmu pengetahuan yang memiliki berbagai keunggulan yang masyhur di dunia Islam. Kesuksesan al-Khawarizmi dalam bidang Astronomi dan Aljabar didedikasikan kepada Khalifah al-Ma’mun. Sementara Khalifah al-Ma’mun sendiri banyak memberikan penghargaan kepada al-Khawarizmi.
Al-Khawarizmi bukan hanya dikenal sebagai seorang tokoh Islam yang paham ilmu syariat saja, beliau juga adalah ahli matematik, ahli bumi dan ahli falak (ilmu tentang bintang-bintang / astronomi). Menurut Phillip, K. Hitti, ia pengaruhnya dalam pemikiran matematika lebih besar dibanding penulis pertengahan lain. Pekerjaannya di bidang aljabar, ia tidak hanya memulai pokok materi format sistematis tetapi ia juga mengembangkan sejumlah solusi analitis persamaan quadrat dan linear, yang membuatnya dinobatkan sebagai pendiri Algebra (Aljabar). Nama Aljabar diambil dari buku terkenalnya Al-Jabr wa-al-Muqabilah. Perhitungan sintesis Yunani dan pengetahuan Hindu juga berisi kontribusinya yang sangat penting sampai cabang ilmu pengetahuan dan matematika. Dengan begitu, ia menerangkan penggunaan angka nol (0), satu angka pokok yang dikembangkan oleh Orang Arab. Dengan cara yang sama, ia mengembangkan sistim desimal sedemikian sehingga keseluruhan sistem dari angka-angka, ‘ algoritma’ atau’ algorizm’ dinamai menurut namanya ’alkhwarism’.
Al-Khawarizmi juga lah yang memperkenalkan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Selain itu, beliau juga banyak memperkenalkan ilmu geometri dan aritmatika. Dan penemu angka 0-9, juga diperkenalkan oleh Al-Khawarizmi.
Kepakaran Al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Penulis sejarah Matematika kenamaan, George Sarton, mengungkapkan bahwa al-Khawarizmi adalah salah seorang Ilmuwan Muslim terbesar dan terbaik pada masanya. Sarton menggolongkan bahwa periode antara Abad Keempat sampai Kelima sebagai Zaman al-Khawarizmi, karena dia adalah Ahli Matematika terbesar pada masanya. Smith dan Karpinski menggambarkan pribadi al-Khawarizmi sebagai tokoh terbesar pada masa keemasan Baghdad, setelah seorang penulis Muslim menggabungkan Ilmu Matematika klasik Barat dan Timur, mengklasifikasikan dan akhirnya membangkitkan kesadaran daratan Eropa.
Categories: Belajar Sains, Matematika | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Bacalah!

Membuka Pikiran Anda

The Truth

Toward Robbani Generation!

Jendela Pendidikan

mendidik dengan kasih sayang

Abu Abdurrohman Manado

Berbagi Ilmu Syar'i Dari Berbagai Situs Islam Terpercaya

Inilah Dunia Mita

menikmati detik demi detik hidup nie, karena terlalu indah jika hidup nie terlewatkan begitu saja

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

GANDANG TASA DURGA

Kesenian Anak Nagari Pariaman

Linux, Komputer & IT

Belajar Teknologi Nih...

Blog Abu Umamah™

Media Belajar Dan Berbagi Ilmu Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah

Oki Andriyanto

Setiap Detik Adalah Perjuangan

%d blogger menyukai ini: